Program Unggulan Kelurahan
Pejeruk
1.
Program 3R (Reduce-Reuse-Recycle)
Sampah
bisa diolah dengan berbagai cara salah satunya dengan menerapkan prinsip 3R.
Metode ini bisa dilakukan dengan cara memilah sampah organik dan anorganik
yaitu dengan cara membuat tempat sampah khusus untuk sampah organik dan
anorganik. Dengan memilah sampah organik dan anorganik kita bisa mengolah sampah-sampah tersebut
menjadi sesuatu yang bermanfaat.
Apa
itu 3R? – Reduce berarti mengurangi
sampah dengan mengurangi pemakaian barang atau benda yang tidak terlalu kita
butuhkan. Reuse sendiri berarti memanfaatkan kembali barang yang sudah tidak
terpakai. Recycle adalah mendaur ulang barang. Kita bias mendaur ulang sampah organik dan anorganik menjadi sesuatu
yang bisa bermanfaat.
Mengolah Sampah
Organik dan Anorganik dengan Metode 3R
Sampah
Anorganik – Sampah anorganik bisa
di olah dengan proses daur ulang. Daur ulang mempunyai pengertian sebagai
proses menjadikan bahan bekas atau sampah menjadi menjadi bahan baru yang dapat
digunakan kembali. Dengan proses daur ulang, sampah dapat menjadi sesuatu yang
berguna sehingga bermanfaat untuk mengurangi penggunaan bahan baku yang baru.
Manfaat lainnya adalah menghemat energi, mengurangi polusi, mengurang kerusakan
lahan dan emisi gas rumah kaca dari pada proses pembuat barang baru.
Proses Daur Ulang
Rumah tangga
·
Memilah : yakni mengelompokkan sampah rumah tangga yang berdasarkan
jenisnya dengan membuat tempat sampah anorganik dan organik seperti kaca,
kertas, plastik, sayur-sayuran dan lain-lain.
·
Menggunakan Kembali : setelah
dipilah, carilah barang yang masih bisa digunakan kembali secara langsung.
Bersihkan terlebih dahulu sebelum digunakan.
·
Daur Ulang Sendiri : jika mempunyai waktu dan ketrampilan kenapa tidak melakukan
proses daur ulang sendiri di rumah dari sampah rumah tangga yang di hasilkan.
Dengan kreatifitas berbagai sampah yang telah terkumpul dan dipilah dapat
disulap menjadi barang-barang baru yang bermanfaat.
Sampah Organik – Sampah Organik rumah tangga yang dihasilkan bisa dimanfaatkan
menjadi kompos. Dalam hal ini kami mengolahnya menjadi pupuk berbentuk “briket”.
Hasil Pengolahan Sampah Metode 3R
Berupa “Briket”
2.
Tabulapot
Budidaya
tanaman buah dalam pot (tabulapot) merupakan salah satu bentuk budidaya tanaman
yang kini telah banyak berkembang, khususnya di masyarakat perkotaan dimana
kepemilikan lahan pekarangan sangat terbatas. Dengan ditanam di dalam pot,
tanaman buah tidak akan tumbuh sebesar tanaman yang ditanam di lahan. Namun
keuntungannya tanaman dapat dipindah-pindah sesuai dengan selera dan tanaman
buah lebih banyak berfungsi sebagai tanaman hias. Budidaya tabulapot berkembang
bersamaan dengan membudayanya pengembangan tanaman hias dan gerakan kebersihan
serta keindahan lingkungan.

Pemanfaatan
Pekarangan Dengan Sistem Tabulapot